MY MEMORY OF YOU

Tulisan ini adalah salah satu cara aku mengingatmu my love ….

Rabu, 11 Mei 2011 (11-5-11 – simbol angka yang selama ini kamu suka polanya) .
Kepergianmu untuk menghadap Sang Pencipta, mengagetkanku …

Pagi itu, kita masih sarapan roti panggang bareng. Lanjut, kaupun masih antar aku ke halte penjemputan kantor dan seperti biasa aku pamit dengan cium tangan tanpa firasat apapun. Siang kita gak ada komunikasi karena sesuai komitmen kita untuk tidak mengganggu aktifitas masing2. Hanya ada satu pesan darimu yang mengingatkan hari ini ultahnya Esti teman SMA.

Sore hari saat aku masih di jemputan kantor, masuk pesanmu ke grup BBM Family :

Wordpress Papa

Pesan itu terecord jam 18.10 dan posisiku masih di Kalimalang.

Sampai rumah sekitar 18.30, buka pintu, masuk, tiba2 telpon berbunyi dan mb Lastri istri mas Bambang Purwoko (sepupuku yg sekantor dengan mu) mengabarkan kamu jatuh di kantor dan dibawa ke RSCM.

Kaget …., pasti. Alhamdulillah aku bisa tenang … aku langsung info Ica dan Ryan di grup Family. Aku minta Ica langsung ke RSCM dan ketemu disana.

papa2

Aku ganti baju dan langsung minta antar Mang Ero untuk cari taxi ke Galaxi. Dapet taxi Blue bird dan aku minta supir untuk cari jalan yang bebas dari macet lewat JORR lanjut Jatibening. Akupun tidak ada firasat buruk krn mas Bambang sempet telpon saat aku di taxi kalo kamu sudah ditangani dan saat ini di IGD.

Sampai di IGD RSCM, tiba2 perasaanku gak enak, aku kaget lihat Om Tono sudah ada disana dan menuntunku saat aku turun dari taxi. Aku masih belum ngerti sampai aku dibawanya ke tempat dimana kamu sudah terbaring kaku dan ditutupi selimut …. Innaalillaahi wa inna ilaihi roojiuun …. ya Allah … Laa hawlaa walaa quwwata illa billah .. hanya itu yg terucap sambil jantung berdetak kencang dan airmata mengalir …. aku menangis … bener2 menangis ….

Aku ditemani Rizky dan dia siaga kalo aku pingsan … Alhamdulillah aku kuat lho Pa … sambil nangis akupun ditemani teman2 kantormu menyelesaikan administrasi yg dibutuhkan ..

Ya Allah …. bener2 seperti mimpi … tiada ucapan lain selain Laa hawla walaa quwwata illaa billah, meminta kekuatan dari Allah …

Saat aku bersimpuh menangis didepan jenazahmu, aku telpon Ica mengabarkan kepergian kamu … Allah sudah mengatur, Ica sudah on the way dengan posisi di Tanjung Barat sehingga langsung aku suruh dia untuk masuk pintu tol JORR dan langsung pulang menyiapkan segala sesuatunya di rumah.

Ica yang kasih tahu Ryan karena hp nya gak diangkat. Aku juga telpon Pak RT dan Hery teman kantor utk membantu Ica di rumah.

Diputuskan aku naik ambulance ditemani teman kantormu (maaf lupa namanya) dan dia juga yg menguatkan aku sepanjang perjalanan. Di belakang ada mas Nur dan mas Bambang Purwoko yg menemanimu. Sempet bingung mau masuk tol dalam kota atau tidak … aku inget banget hari Jumat sebelumnya saat kita mau foto passport ke Imigrasi Jakarta Pusat dan terjebak macet tol dalam kota dan kamu berucap untuk tidak akan lagi menggunakan tol ini sehingga akhirnya aku putusin tidak lewat tol.

Alhamdulillah janazahmu sampai rumah jam 9.30 an dan rumah sudah siap menerimamu. Sahabat dan family juga sudah berkumpul dirumah. Sekitar jam 11-an kamu dimandikan agar bisa segera disholatkan. Beberapa teman yang masih ta’ziah ikut mensholatkanmu.

O iya, sebelum dimandikan saat aku mendekat tubuhmu kita baru tersadar kalau di kantong batikmu masih tersimpan HP dan pastinya berkali-kali bunyi karena berita kepergianmu dan ucapan duka cita banyak dituliskan teman-teman di grup BBM.

papa3  papa4

papa5.png

papa6.png

Surat2 utk pemakaman dibantu urus oleh kakakku Mas Bambang dan pak Edhyarto sebagai pak RT. Alhamdulillah bisa diputuskan bahwa kamu akan diberangkatkan dari rumah jam 10 untuk disholatkan di Masjid Ash Shobirin dan dimakamkan di Pemakaman Pondok Kelapa Tanah Merah. Ambulan mu sudah disiapkan dari kantor BPKP. Alhamdulillah Allah kasih kekuatan kami untuk menyelesaikan pemakamanmu.

Proses pemakaman :

papa7.png

Pidato Pelepasan oleh Bp. H. Edhyarto mewakili RT 07/ RW 12

papa8.png

Teman-teman yang mengikuti proses pelepasan jenazahmu

papa9.png papa10.png

papa11.png

Pidato Pelepasan dari Perwakilan BPKP

papa12.png

Pidato Pelepasan dari Keluarga yang diwakili Mas Nur.

Isinya : Maut datang tanpa melihat usia. Almarhum adalah bungsu dari keluarga kami yang secara fisik paling sehat dan ternyata lebih dahulu diambil daripada kakak-kakaknya yang lebih tua dan punya penyakit.

papa13.png

papa14.png

papa15.png

papa16.png

papa17.png

Saat jenazahmu akan dibawa ke Masjid Ash Shobirin …

papa18.png

Sesaat sebelum disholatkan ….

papa19.png

Sampai di pemakaman Pondok Kelapa Tanah Merah

papa20.pngpapa21.png

Tempat peristirahatanmu yang telah disiapkan ….papa22.png

Persiapan pemakaman

papa23.png

Ryan yang membantu meletakkanmu di tempat peristirahatanmu

papa24.png

Aku hanya bisa pasrah dan tawakkal

papa25.png

Selesai pemakamanmu

papa26.png

papa27.png

papa28.png

Selamat jalan suamiku tercinta, belahan hidupku …. semoga tempat istirahatmu menyenangkan ..

Bu Edhyarto menawarkan untuk menggelar tahlilan dengan jamaah dari Ash Shobirin selesai sholat Isya  …. Allhamdulillah.

Aku lupa hari ke berapa setelah kepergianmu, aku kuatkan diri untuk ke kantor mu guna mendapatkan cerita yang sebenarnya tentang detik-detik kepergianmu sekalian mengambil barang2mu yang tersimpan di kantor.

Aku sama Ica disambut kawan2mu yang semua bercerita tentang kebaikanmu …

Aku diajak ke lantai 9 (kalo gak salah, sudah lupa) ditemani salah satu temanmu yang menceritakan kejadian yang saling aku sambung-sambungkan …

Kamu habis tanding badminton partai ganda karena menggantikan temanmu yang berhalangan. Habis tanding kamu sempat mandi (aku dapati kaos olah ragamu yang basah ada ditasmu) dan berganti dengan kemeja batik. Selesai mandi, kamu menuju mushola untuk sholat Magrib dan sempat bertemu dengan mas Bambang Purwoko  dipintu mushola dan saling sapa (cerita mas Bambang), kamu mau masuk dan mas Bambang mau keluar karena sudah selesai sholat.

Cerita temanmu  juga, kamu sempat menjadi imam sholat Magrib. Alhamdulillah …. In syaa Allah khusnul khootimah …. Aamiin. Selesai sholat kamu ke ruang pertandingan untuk menonton pertandingan berikutnya. Saat duduk menonton  itu sepertinya kamu mengirim kabar ke BBM Family mengabarkan keterlambatan pulang. Mungkin tidak lama setelah mesage BBM terkirim, tiba2 kamu terjatuh ke sebelah kiri.

Aula tempat bertanding memang agak pengap sehingga kamu digotong keluar aula. Aku bayangin situasi pasti kaget dan bingung. Teman2mu berteriak2 ‘ada yang pingsan’ yang didengar mas Bambang Purwoko di aula sebelah yang sedang bertugas sebagai juri pertandingan tenis lapangan. Beliau tidak mengetahui kalau yang pingsan adalah kamu, diapun sempet bereaksi dengan memberikan jeruk ke orang lain untuk membantu agar kamu siuman. Begitu namamu disebut, baru dia bangun, menemuimu dan mencoba memberikan pertolongan dengan menekan jantungmu.

Cerita temanmu juga kalo kamu sempat bereaksi saat diberi aqua gelas, sekali saja karena yang kedua kali kamu sudah tidak bereaksi. Kamupun dibawa dengan ambulankantor ke RSCM. Satpam kantormu bercerita kalo badanmu pun digeletakin di lantai lift karena badanmu yang berat.

Sepanjang jalan di dalam ambulanpun mas Bambang Purwoko sempat menekan jantungmu berkali-kali namun tidak ada reaksi … sepertinya kamu memang sudah pergi sejak beberapa menit terjatuh.

Berita kepergianmu sudah menyebar dengan cepat ke beberapa grup BBM. Mereka semua sudah mengetahui kabar kepergianmu lebih dulu dari aku .. mungkin sejak aku menerima telpon mb Lastri sementara aku baru tahu saat tiba di UGD RSCM …

Kalau semua yang diceritakan temanmu di atas benar … aku bersyukur dan bahagia karena kamu pergi dengan mudah dan cepat … in syaa Allah masih dalam kondisi suci berwudlu setelah sholat Magrib .. Alhamdulillah ..

Sebenernya apa sih penyebab kepergianmu ? Dalam surat kematianmu dari RSCM disebut dengan istilah ‘sudden death’, diduga karena serangan jantung dan sudah tiada saat sampai rumah sakit.

Jantung ? Selama ini kamu gak pernah ada keluhan tentang jantungmu, kamupun termasuk orang yang rajin olah raga, makananmu pun sudah terjaga …. Dugaan beberapa dokter yang aku konsultasikan adalah karena jantung sebagai efek dari diabet dan kondisi lemak darahmu …

Jadi ingat, satu hari sebelumnya kamu kan baru saja MCU lengkap di kantor dan hasilnya memang kolestetolmu çukup tinggi ..

Alhamdulillah Allah memberi kesempatan kita mengarungi kehidupan perkawinan selama 21 tahun. Aku bersyukur kamu pergi dalam kondisi kehidupan yang bahagia dan bangga dengan prestasi kedua anak kita.

Menurut teman kantormu, kamu bangga sekali punya Ica yang kuliah di UI dan Ryan di ITB.

Allah Maha Baik dan Maha Sayang …  Alhamdulillah kita gak pernah punya masalah dalam kebersamaan kita .. Allah berikan anak2 yang berprestasi dan membanggakan …

Love you always my love …

Kamu yang selalu menuliskan kata ^luv^ untuk semua sms yg kamu kirim.

Kamu yang selalu ngerti kalo aku lagi bete.

Kamu yang lebih sabar dari aku.

Kamu yang selalu mengecup bibir setiap berpisah untuk keperluan masing-masing …

Terlalu banyak kenangan manis denganmu …

Semoga memoryku mampu terus menyimpannya dan kita bertemu lagi di masa depan yang Allah janjikan ..

Aamiin ya Allah …

Allaahummagfirlahuu warhamhu wa afihi wa’fu anhu …

papa29

papa30.png  papa31.png

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s