KUALA LUMPUR 2017

Perjalanan 2017 saya diawali dengan Kuala Lumpur. Ngapain ke KL? Kan udah pernah waktu 2009 sama suami dan anak-anak dalam rangka wisata luar negri pertama setelah Umroh ?

Hehehe … begini ceritanya :

Mbak Wiwiek, salah satu iparnya besan tiba2 WA ngajakin jalan bareng (beberapa kali saya ada jalan sama besan). Gayung bersambut. Kemana ? Sempet ada pilihan Bandung, Solo, Jogja. Akhirnya ke Kuala Lumpur karena kebetulan salah satu iparnya besan yaitu Mbak Yetty yang tinggal di Sabah akan ke KL untuk antar anaknya sekolah di bulan Februari … hehehe OK lah. Confirm … lanjut book tiket dll.

Tiba-tiba anakku Ica juga pengin ikut sama baby Aydan nya …. kebetulan passport Ica sudah expired sehingga harus buat baru sekalian sama si baby. Alhamdulillah urusan passportnya lancar …

Tak disangka juga, ternyata pesertanya 21 orang … wkwkwk udah seperti tour beneran sehingga transportasi di KL diputuskan untuk menggunakan bis.

Pesertanya : saya, bu Tunjung (besan), Ica da Aydan, Arra, Omanya Arra (ibu papanya) yang sudah berusia 75 thn dan ipar-iparnya serta keponakan besan.

Pokoknya ramelah …

Jum’at, 10 Februari 2017

Hari ini statusnya Cuti Dimuka karena hak cuti belum muncul.

Flightnya 6.25 pakai Air Asia so berangkat sebelum subuh. Janjian sama Mbak Wiwiek di lampu merah Kampung Dua Kalimalang jam 3.30. Alhamdulillah (itu enaknya flight pagi, jalanan lancar) jam 4.30 udah sampe Terminal II E. Sementara Mbak Wiwiek menemui keluarganya yang lain, saya sholat Subuh dulu. Selesai sholat Subuh ternyata hanya tinggal mbak Yenny (adik ipar besan) dan anaknya Rafi yang nungguin koperku. So langsung masuk untuk ke Imigrasi (sudah check ini on line) dan menunggu di depan Gate 6 karena Ica masih urusan bagasi strollernya Aydan dll.

Alhamdulillah pas panggilan untuk masuk pesawat, Ica, Aydan, Arra dan bu Tunjung juga pas sampai di Gate 6 sehingga langsung masuk pesawat.

Book kursi di depan dapatnya no. 2. Alhamdulillah sepanjang penerbangan Aydan cukup anteng walaupun memang gak bisa diam dan akhirnya tertidur …

1

Sampe Bandara KLIA ternyata terminal utk maskapai LCC (Low Cost Carrier) terpisah dari Bandara Utama dan kami harus berjalan kaki yang lumayan jauh untuk sampai menuju pintu keluar yang tersambung dengan Bandara Utama. Beruntung karena Aydan, aku dan Ica bisa naik mobil penumpang … sayang gak ada fotonya. Urusan bagasi dan Imigrasi lancar dan kita keluar untuk naik bis sekitar jam 11 an waktu KL (1 jam lebih cepat).

Aydan dengan Buyut Oma …

2

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan Putra Jaya dengan photo stop pertama di Jembatan Seri Wawasan. Foto-foto jadi kurang nyaman karena panasnya luar biasa.

Lanjut makan siang di pinggir danau ( kalo di Gmaps Putrajaya Lakeside) di lokasi Food court Selera Putra di resto yang namanya Hameed’s Nasi Kandar.

Sempat berfoto dengan background Masjid dan jembatan Seri Wawasan dari kejauhan.

Dari sini lanjut ke arah KL dan stop di Istana Negara yang baru.

16

Dari Istana Negara kamipun diantar ke Masjid Negara atau Masjid Nasional Malaysia untuk sholat Zuhur dan Ashar.

17

Perjalanan dilanjutkan ke Tanah Merdeka, lokasi photo stop yang cantik.

18192021

Setelah puas berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan untuk makan malam di restorant Madam Kwan yang terletak di Mall Pavilion. Restorant khas Malaysia yang harganya relatif tidak terlalu mahal namun servis, tempat OK dan rasanya enak semua.

Itu pesananku, Fish Noodles … sejenis mie rebus pakai ikan dori goreng … yummy..

22

Habis kenyang santap malam, kami meluncur ke Soho Suites, sebuah apartemen di daerah KLCC yang sudah kami book untuk tinggal disana selama dua malam.

Kami dapat di lantai 40, OK banget untuk pemandangannya dan cukup nyaman karena ada 3 kamar tidur, dapur lengkap, ruang tamu dengan sofa yang besar serta air panas.

Pemandangan sekitar KLCC dari lantai 40.

 

Sabtu, 11 Februari 2017

Jam 9.00 kami sudah siap untuk berwisata di hari kedua dengan kunjungan pertama adalah photo stop Petronas Twin Tower.

Puas ber-selfie ria, kami dibawa ke toko coklat Beryl’s Chocolate Kingdom untuk membeli coklat aneka rasa termasuk coklat yang didalamnya terasa pedas.

Dari sini kami langsung ke suatu lokasi permainan yang terkenal di Kuala Lumpur yaitu Sunway Lagoon Theme Park. Tahun 2009 kami ber-4 dengan Ica – Ryan dan suami sudah kesini. Bahkan menginap di hotel Sunway sehingga untuk ke area Sunway Lagoon hanya tinggal turun eskalator.

Tidak semua peserta berminat menjelajah Sunway Lagoon, umumnya ibu-ibu sehingga mereka ber-pusing-pusing di Sunway Pyramid Mall yang ada di satu area Sunway Lagoon.

Yang pertama dinaikin adalah Komidi Putar atau Wagon Wheel.

 

29

Lanjut ke kebun binatang, melihat aneka satwa :

Lanjut menyebrangi jembatan yang bawahnya wisata air laut.

Ternyata lumayan melelahkan, padahal baru setengah area Sunway Lagoon yang dijelajah…

Dari sini kita diantar ke China Town Petaling Street untuk berbelanja souvenir yang harganya lumayan murah asal pintar menawar.

39

Di petailing Street kami tidak lama karena harus ke KLCC Tower untuk persiapan menaiki jembatan Peronas Twin Tower yang dijadwalkan jam 19.15.

Sambil menunggu kamipun bersantai-santai di halaman KLCC.

Juga keliling Suria Mall :

44

Petronas Bridge :

Tiket dan ID Card (diberikan saat masuk pemeriksaan tiket), setiap rombongan dibatasi 15 orang. Barang-barang yang harus dititipkan adalah back pack, tongsis.

Kami disambut Officer-officer berpakaian hitam (sayang gak sempat foto) di setiap titik pintu masuk lift. Mereka sangat-sangat ramah.

Kalau bisa siapkan permen agar bisa dikunyah saat naik lift karena kecepatan lift membuat telinga agak ‘pengeng’.

Lift pertama membawa kami langsung menuju lantai 41, lantai dimana ada jembatan yang menghubungkan dua menara kembar tersebut. Kami diberi waktu 10 menit untuk berfoto dan menikmati Kuala Lumpur dari ketinggian.

Lift berikutnya membawa kami ke lantai 86 dan berpindah lift untuk mencapai puncak Petronas Twin Tower di lantai 88.

Malam ini kami tidur sangat pulas karena kecapean .. Alhamdulillah Aydan juga pinter, nggak rewel.

Minggu, 12 Februari 2017

Hari terakhir, pastinya packing.

Masih ada waktu sebelum kami jalan ke Bandara. Karena beda kebutuhan, kami terpisah dalam dua kelompok. Kelompok pertama ada ibu-ibu yang ingin kembali ke China Town karena masih pengin belanja-belanji. Kelompok kedua yang isinya anak-anak muda mau ke KLCC Suria Mall, cuci mata dan mau beli Garrett Popcorn.

Saya ikut rombongan anak muda yang berangkatnya siangan (disana mall buka jam 11) karena Aydan belum siap.

Pusing-pusing (bahasa Malaysia : putar-putar) di mall, cuma nambahin beli coklat duren buat Ryan.

Kamipun bergabung dengan kelompok ibu-ibu dan saat menunjukkan jam 12an kami harus kembali ke apartemen untuk check out.

Kami langsung diantar ke Bandara KLIA. Flight pulang pakai KLM dan semuanya pakai bagasi sehingga memang harus datang lebih awal. Bagasi selesai, kami langsung berjalan ke arah antrian Imigrasi. KLIA terkenal dengan keretanya :

54

Semua belum makan siang, masih ada waktu dan kami terdampar di Burger King. Selesai makan siang, waktunya sudah tiba untuk boarding dan kamipun bersiap-siap.

Selfie sejenak …

55

Pas panggilan untuk boarding, Aydan sempat be-a-be di ruang tunggu. Hahahaha …. pengalaman seru, bebersih Aydan secara kilat.

Alhamdulillah boarding in time. Ber-empat dapat seat di tengah-tengah. Sepanjang waktu terbang Aydan nggak tidur sama sekali,lumayan aktif tapi nggak rewel … anak pinter.

56

Alhamdulillah kami mendarat di Terminal II dengan selamat dan Soeta saat itu diguyur hujan lebat.

Terima kasih untuk kebersamaan yang menyenangkan.

Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s