PERJALANAN SPIRITUAL – UMROH 2016

Umroh 2016 sebenarnya diluar rencana. Rencana sesungguhnya insya Allah di tahun 2017 bersama dua adik saya. Namun, Allah berencana lain. Di tengah persiapan untuk perjalanan ke Australia (baca travel story Australia Trip 2016) tiba-tiba ada penawaran umroh yang cukup menarik dari bu Tunjung alias mamanya Arra alias besan alias mertuanya Ica.

Jadwalnya : 15 – 25 Februari 2016 … sempet bingung karena waktu pengurusan visanya mepet-mepet …. passport dan dokumen-dokumen lain diperlukan untuk urus visa Umroh dan Autralia …. nurutin saran dari temanku Trie (yang mengatur trip Aussie) untuk urus visa Aussie dulu baru visa umroh karena visa umroh masih aman kalo diurus diawal Februari …. alhamdulillah, visa Aussie bisa cepet selesai hanya dalam 3 hari dari biasanya 15 hari kerja …… mungkin ini memang jalan dari Allah sehingga passport dan dokumen lain sudah aman untuk dipakai mengurus visa umrohnya.

Skenario Allah memang selalu indah….. Terima kasih ya Allah …

Saya bergabung dengan 8 peserta dari keluarga bu Tunjung dengan biro travel Talbia … Tahun 2006 saya sudah umroh dengan Talbia. Servisnya bagus jadi tidak ragu lagi. Ditambah juga kalo Februari cuaca di Arab biasanya bersahabat karena tidak panas dan tidak dingin.

Katanya ini pakai paket Promo dengan menggunakan maskapai Kuwait Airways. Sempet browsing, ratingnya hanya 3 bintang …. Bismillah…

Senin dan Selasa, 15 dan 16 Februari 2016

Jakarta – Kuwait
Kami berkumpul di Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D untuk terbang jam 23.00. Saya diantar Ryan dan baru sekitar jam 19-an bergabung Ica dan Arra dan keluarga besar Bu Tunjung.

12

Dapat info dari monitor yang ada kalau flight delay sampai jam 02.00 dini hari. Kamipun menunggu di ruang tunggu dan belum bisa masuk gate karena belum jadwalnya. Kebetulan bandara memang lagi penuh, susah cari kursi yang bisa buat selonjoran. Alhamdulillah akhirnya dipanggil boarding sekitar jam 1-an  …

Selama penerbangan, saking ngantuk dan capek sayapun tertidur dengan lelapnya. Saya terbangun saat pesawat landing di Kuala Lumpur  karena memang informasinya akan transit di KL selama 2 jam. Setelah 2 jam didalam pesawat, penumpang mulai resah karena tidak ada tanda-tanda untuk terbang. Akhirnya dapat jawaban memang ternyata ada masalah di mesin dan harus diperbaiki. Penumpang harus turun dan diberi kompensasi sarapan Burger King.

Sekitar jam 9-an kami dipanggil kembali ke pesawat untuk terbang ke Kuwait. Di Kuwait kami akan transit sekitar 2 jam baru lanjut ke King Abdul Azis – Jeddah.

Alhamdulillah kami tiba selamat di Bandara King Abdul Azis dengan antrian Imigrasi yang lumayan ramai. Lanjut dengan bis menuju Madinah. Sekitar tengah malam kami tiba di Madinah …. Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan untuk berziarah kembali ke Makam Rasul-Nya untuk yang ke-4 kali ….

Kami langsung check in di Hotel Aeman Thaebah, yang posisinya masuk dari pintu 16 Masjid Nabawi.

Rabu, 17 Februari 2016

Sholat perdana kami di Masjid Nabawi adalah Tahajud lanjut Subuh. Alhamdulillah … kami selalu berjalan dalam kelompok yang terdiri dari saya, bu Tunjung, Novy, bu Nani, Yani dan Lastri.

Keluar dai masjid mencoba mencari orientasi dulu arah pintu masuk – keluar dari lokasi hotel. Sebagai patokan adalah pintu 16 yang ada di sudut ke arah makam Baqi.

Selesai subuh kami harus kembali  karena jam 8 akan ada tour masjid Nabawi.

Seperti biasa tour dimulai dari makam Baqi dan lanjut ke Rawdhah.

3

Alhamdulillah kami diberikan pendamping dan pembimbing untuk bisa sampai ke Rawdhah yang biasanya akan bersaing dengan jamaah dari berbagai negara yang tidak mau tertib.

Jadwal yang kami ambil ternyata memang untuk jamaah Asia dan alhamdulillah kami bisa sholat di Rawdhah untuk waktu yang lumayan cukup.

Suasana di Rawdhah memang selalu membuat aku haru bahkan berdoa sampai menangis … terbayang juga seandainya Rasululah SAW masih ada ..

Rawdhah adalah salah satu tempat di sekitar makam dan mimbar Rasulullah SAW yang memiliki keistimewaan dimana doa yang dipanjatkan disini in syaa Allah akan terkabul.

Area Rawdhah ditandai dengan karpet yang berwarna hijau yang berbeda dari karpet biasa lainnya yang berwarna merah.

Beberapa kenangan setelah selesai berdoa di Rawdhah (beberapa wajah masih terlihat sendu habis menangis) :

7

Selesai dari Rawdhah kami keluar di pintu 25, sehingga bisa foto-foto sejenak :

Disaat yang lain di Masjid Nabawi :

Pernah pula tidak kebagian tempat di dalam masjid saat Magrib dan sholat di pelataran.

Moment lain-nya :

Kamis, 18 Februari 2016

Tidak banyak koleksi foto saat City Tour Madinah yang kami kunjungi yaitu : Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid  Qiblatain dan Masjid Khandaq dan Perkebunan Kurma.

Di Jabal Uhud :

22

Di Masjid Quba :

23

Di Jabal Magnit :

Di Kebun Kurma FAHD :

27

Alhamdulillah selama di Madinah tidak ada satu waktu sholat yang terlewat termasuk Qiyamullail.

 Jum’at, 19 Februari 2016

Selesai makan siang kami bersiap untuk perjalanan ke Mekah. Ada satu kejadian sebelum keberangkatan yaitu adanya satu jamaah yang belum kembali ke hotel. Para bapak-bapak pun kembali ke masjid untuk menyusuri kemungkian keberadaan jamaah tsb. Namun alhamdulillah akhirnya ketemu, kamipun jalan.

Kejadian lain, bis kami bersinggungan dengan bis lain saat akan berjalan meninggalkan lokasi parkir.

Tujuan pertama adalah menuju Bir Ali untuk ambil Miqot dan melakukan sholat sunnah ihrom serta niat umrah.

Dalam pakaian Ihram.

Alhamdulillah sekitar jam 10-an malam kami sampai di Mekah. Kamipun langsung check-in. Kelompok kami yang terdiri dari saya, bu Tunjung, Novy, bu Nani, Yani, Lastri, mbak Yenny dan mbak Yanti dengan ibunya, tidak bergabung dengan kelompok lainnya. Kami meginap di Movenpick Hotel yang ada di dalam kawasan Grand Zamzam.

Setelah istirahat sejenak, kami bersiap untuk Thawaf, Sa’i, dan Tahalul. Alhamdulillah dibawah pimpinan Ustadz Rofie dan Ustadz Jamal kami dapat menyelesaikan semua rangkaian Umroh dengan baik. Semoga Allah menerima Umroh kami ….. Aamiiin.

Beberapa foto kenangan saat Umroh adalah :

Saya sendiri saat selesai Umroh merasakan fisik yang sangat-sangat kelelahan. Saat berfoto-fotopun rasanya badan ini mau pingsan, namun semangat terus dipompa dengan mengucap Laa hawlaa walaa quwwata illaa billah … alhamdulillah bisa tuntas sampai Tahalul.

Kami kembali ke hotel sekitar jam 2-an. Sayapun langsung ambruk. Saya sangat tahu alarm tubuh saya. Sayapun tidak memaksakan untuk bangun saat harus bersiap-siap sholat Subuh. Saya memilih tidur untuk memulihkan tenaga. Saat sholat Subuh di kamarpun badan menggigil semua. Sekitar jam 8-an saat Bu Tunjung dan Novy (teman satu kamar) kembali, saya terbangun dan menguatkan diri untuk sarapan di hotel.

Selesai sarapan badan serasa lebih enak dan siap untuk sholat Dzuhur.

Beberapa kenangan di Masjidil Haram :

Keinginan untuk meng-eksplorasi sekeliling Masjidil Haram setelah dilakukan renovasi sejak beberapa tahun yang lalu membawa kami pada salah satu hari sholat di lantai 3. Kelompok kami terpisah dan sambil menunggu lengkap kamipun diberi kemudahan untuk berdoa dengan cukup lama di depan Multazam ….

Juga sempat berselfie ria :

Kamipun sampai pada lokasi yang masih baru dan belum sepenuhnya digunakan. Sungguh sangat indah dan megah bangunannya. Kamipun sholat Dhuha di masjid yang masih baru tersebut dan berfoto-foto :

47

Salah satu pengalaman yang juga membekas dalam memory saya adalah kesempatan yang Allah berikan untuk dapat sholat yang relatif cukup lama di Hijir Ismail.

Ceritanya kami ada rencana Thawaf Sunah setelah Ashar. Rombongan janjian di pintu  89. Namun karena padatnya jamaah, saya dan Novy terpisah dengan rombongan lain. Akhirnya saya, Novy dan mbak Rita yang dipandu oleh Ustadz Jamal melakukan Thawaf terpisah. Selesai Thawaf kamipun merapat ke Hijir Ismail dan alhamdulillah bisa masuk sebagai jamaah terakhir sebelum Hijir Ismail dikosongkan karena mendekati waktu Maghrib (saat sholat, Hijir Ismail harus dikosongkan. Mengapa ? karena Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah). Sekali lagi alhamdulillaaaaah karena kami tidak diusir secepat jamaah lainnya. Bahkan saya bisa berdoa yang cukup lama….

Selesai dari Hijir Ismail … bingung saat harus keluar dari lingkaran jamaah yang ada disekitar Ka’bah. Jamaah pria sudah membuat shaf mengelilingi Ka’bah dengan kerapatan yang luar biasa karena mereka saling menyatukan tangan mereka sehingga shaf susah ditembus  untuk keluar atau melewati mereka.  Subhanallaaaah …. baru tahu kalau mereka sebegitu kuat mempertahankan posisi yang sudah didapatnya di depan Ka’bah.

Alhamdulillah bisa keluar dari rapatnya shaf yang ada. Karena memang waktu sholat Magrib sudah hampir mendekati, semua lokasi di Masjidil Haram sudah dipenuhi jamaah hingga akhirnya kami dapat di basement.

Maha Besar Allah ….

Beberapa foto lain :

Di lantai 3 Masjidil Haram :

 

 

52
Diantara 2 Pilar

53

Beberapa kenangan di Movenpick Hotel adalah :

Selama di Movenpick, untuk makan kami disediakan di P3. Ada satu restoran Indonesia untuk jamaah Indonesia yang menginap di hotel-hotel yang ada di Grand Zamzam. Menu dan rasanya cocok sekali. Kami hanya makan siang dan makan malam karena sarapan disediakan di hotel.

Minggu, 21 Februari 2016

Hari ini jadwal City Tour sekitar Mekah yaitu mengunjungi Jabal Tsur, Padang Arafah (Masjid Namirah dan Jabal Rahmah), Muzdalifah, Mina, Jabal Nur dan Ji’ronah (ambil miqot di Ji’ronah bila mau melakukan umrah kembali – saya memutuskan untuk tidak Umroh lagi mempertimbangkan kondisi fisik yang khawatir kelelahan).

Di Jabal Tsur (saya tidak turun dari bis, panasnya tidak kuat):

60

Di Jabal Rahmah :

Selasa, 23 Februari 2016

Hari ini jadwal untuk City Tour dan Jeddah. Kunjungan pertama adalah ke suatu gedung yang isinya semacam museum dimana didalamnya ada miniatur dari dua masjid utama dan benda-benda lainnya :

Dari sini lanjut ke kota Jeddah, keliling kota Jeddah dan sholat Magrib – Isya di Masjid Terapung :

Kamipun tidak lupa diantar ke pusat perbelanjaan Balad, berbelanja di Toko Ali Murah dan sekitarnya. Selesai belanja, masih sempat makan bakso Mang Udin. Alhamdulillah.

Puas berbelanja, kami kembali ke Mekah.

Rabu, 24 Februari 2016

Ini hari terakhir kami di Mekah. Setelah sholat Subuh kamipun melakukan Thawaf Wada’ dan kembali ke hotel untuk persiapan check out. Sekitar jam 2-an kami sampai di Bandara King Abdul Azis. Saya dan Novy sempat sholat yang Kiblatnya membingungkan karena ada jamaah lain yang sudah duluan sholat dan arahnya tidak sesuai … kami berpatokan pada alur sajadah yang ada.

Karena kami naik Kuwait Airlines, kamipun  harus transit di Bandara Kuwait. Kami sampai di Bandara Kuwait sekitar Magrib sehingga kami sholat Magrib dan Isya di sini. Ada prayer room yang lumayan hangat untuk mengimbangi suhu ruangan tunggu bandara yang sangat dingin.  Tapi kami tidak diperbolehkan untuk istirahat sambil rebahan di prayer room ini.  Petugasnya melarang kami dengan cukup tegas. Disini kami transit  lumayan lama yaitu sekitar  6 jam sampai sekitar jam 2-an baru diminta boarding. Kami diberi makan malam roti dan sempat jalan-jalan di dalam bandara.

Kamis, 25 Februari 2016

Alhamdulillah tiba kembali di tanah air dengan selamat sekitar jam 11-an.

Semoga Allah memberikan saya kesempatan, kesehatan dan rejeki untuk bisa kembali berkunjung ke Baitullah …. Aamiiin ya Allah …

74

CATATAN KHUSUS :

Baju berwarna biru ini mempunyai makna khusus. Pada Umoh 2006, aku memakainya dan berfoto bareng suami tercinta. Pada umroh 2011, aku memakainya dan berfoto bareng dengan Ica dan Ryan anak-anakku. Pada Umroh 2016, aku memakainya dan berfoto bareng dengan besan alias Ibu Tunjung. Berharap tahun depan bisa berfoto bareng dengan Aydan sang cucu atau dengan adikku. Aamiiin

75

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s