PERJALALAN SPIRITUAL – UMROH 2011

Kami memiliki niat untuk ber-umroh kembali  ber-empat setelah yang kami jalani di tahun 2006. Itulah mengapa kami memperpanjang passport yang habis di tahun 2011, selain juga karena kami akan ada trip ke Phuket.

Jum’at, 6 Mei 2011

Hari ini adalah jadwal pengambilan foto untuk passport. Saya menggunakan jasa travel agent Wita Tour untuk perpanjangan passport kali ini sehingga kami datang ke Imigrasi Jakarta Pusat hanya untuk pengambilan foto dan wawancara. Untuk jadwal hari ini kami hanya bertiga – saya, suami dan Ica karena  Ryan tidak bisa meniggalkan kuliah dan re-schedule Jum’at depan.

Umur manusia memang milik Allah, kita tidak tahu kapan saatnya harus meninggalkan dunia. Ternyata itu adalah hari kebersamaan kami terakhir dengan almarhum suami. Allah memanggilnya pada hari Rabu, 11 Mei 2011.

Passport saya dan Ica sudah selesai hari Selasa sore, namun punya suami belum. Rupanya ini pertanda dari Allah, namun siapa yang tahu ….

Sepeninggal suami, sayapun merasakan ada sesuatu yang hilang …. Semangat hidup rasanya harus dipompa terus. Alhamdulillah Allah selalu menjaga kami untuk tetap kuat. Allah juga yang mengingatkan saya untuk memantapkan niat ber-umroh sesuai niat sebelum dia dipanggil. Saya coba tanyakan kepada anak-anak apakah mereka berniat untuk tetap ber-umroh walaupun tanpa papanya. Alhamdulillah merekapun antusias. Ide saya, untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda  dari umroh sebelumnya di tahun 2006 maka kami harus mencari agenda umroh yang berbeda. Diputuskanlah kami akan pergi umroh saat bulan Ramadhan.

Sayapun mencari tahu dengan menghubungi Ustadz Anis Agus yang pernah membimbing kami saat haji 2002. Beliau kebetulan untuk tahun ini tidak membawa jamaah umroh di bulan Ramadhan sehingga kami diteruskan kepada biro umroh rekanan beliau yaitu Hijaz Tour. Alhamdulillah kami mendapatkan paket 13 hari di pertengahan Ramadhan.

Minggu, 7 Agustus 2011

Jam 08.00 kami sudah berkumpul di Terminal 2 E karena kami menggunakan Garuda untuk terbang jam 11.00. Alhamdulillah penerbangan tepat waktu dan sore hari menjelang magrib sudah mendarat di Bandara King Abdul Azis.

Satu hal yang diingat di pesawat adalah saat waktu  berbuka puasa … ada dua pendapat, apakah ikut waktu setempat (sementara kami ada di udara) atau ikut  waktu Indonesia … pembimbing kami agak kurang kasih info yang jelas …   saya, Ica dan Ryan memutuskan membatalkan puasa dan berhutang untuk nanti dibayar saat di Jakarta.

Dari Bandara King Abdul Azis kami menggunakan bis menuju Madinah. Tengah malam kami telah sampai di Madinah … ada rasa haru yang menyesak dada saat melihat menara masjid Nabawi …. Berucap syukur Alhamdulillaah …  aku diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali kesini yang ketiga kali ….

Kami langsung check in di hotel Al- Mukhatara International, pastinya sangat dekat ke pintu 25 masjid Nabawi. Setelah bersih-bersih, tidur sebentar ternyata tiba saatnya sahur. Selesai sahur kami langsung jalan ke Masjid Nabawi untuk sholat Subuh.

O iya, saat umroh kali ini rambut Ryan masih gondrong … seringkali jadi perhatian sekeliling jamaah loh … dia juga paling tinggi, paling mudah dikenali sehingga saat Thawaf  dia  dijadikan tanda dari keberadaan jamaah.

Senin, 8 Agustus 2011

Selesai sholat Subuh kami kembali ke hotel karena pagi ini ada jadwal tour  sekitar masjid Nabawi. Tour masjid Nabawi sama yang dilakukan pada umroh sebelumnya yaitu ke pemakaman Baqi, masjid lama dan ditutup dengan kunjungan ke Rawdhah. Cara untuk ke Rawdhah ternyata sudah lebih teratur dengan cara dikoordinir / diatur per kelompok secara bergantian. Saya dan Ica ikut di salah satu kelompok dan Alhamdulillah bisa sampai di depan makam Rasulullah.

Kami di Madinah sampai hari Jum’at, 12 Agustus 2011. Kegiatan kami sehari-hari diisi dengan I’tikaf di Masjid  Nabawi sambil meng-hatamkan AL-Qur’an juga ada city tour.

Saat berbuka puasa pasti kami sempatkan untuk merasakan suasana di masjid, kemudian sholat Magrib dan lanjut hingga sholat Isya  baru kembali ke Hotel untuk makan malam.

Tengah malam selesai sahur, kami lanjut sholat Subuh sampai Dhuha.  Siangnya sholat Dzuhur, kembali ke hotel untuk tidur siang.

Saat berbuka puasa :

30 menit menjelang adzan Magrib, beberapa wanita dan anak-anak akan menggelar plastik yang panjang dengan lebar sekitar 60 cm yang diletakkan di  depan tempat jamah duduk atau tempat sujud. Setelah itu, aneka makanan akan digelar di atas plastik tsb sepert kurma, roti, zaitun, buah pisang /apel / jeruk. Ada juga satu minuman berwarna coklat yang dibagikan dari termos air panas, tapi belum tahu namanya.

Selesai berbuka dan iqomat berkumandang, plastik langsung digulung sehingga tidak ada sampah yang tertinggal. Sangat praktis.

Beberapa foto kenangan selama di Masjid Nabawi adalah :

Selesai sholat Subuh, menunggu moment terbukanya payung di halaman masjid Nabawi :

Kebetulan Ryan bawa kamera Nikon DSLR nya, sempat mengambil aktivitas burung yang ada di halaman Hotel Al-Andalus karena saya mau nostalgia saat Haji 2002 disini.

Sempat juga mengambil gambar anak-anak Madinah yang sedang liburan dan main-main di sekitar halaman masjid Nabawi :

Untuk City Tour selama di Madinah kami mengunjungi Masjid Quba, bukit Uhud, Jabal Magnit dan toko kurma.

Di Masjid Quba :

Di Bukit Uhud :

Di Jabal Magnit, suatu bukit dimana kendaraan bisa berjalan tanpa ada gerakan mesin tapi karena daya tarik magnit yang ada pada bukit tsb.

Jika diperhatikan, pada dinding bukit juga nampak satu kontur warna yang bertuliskan “ALLAH”.

O iya, ada pengalaman menarik untuk Ryan. Saat pulang dari Masjid Nabawi kami melewati pertokoan. Ryan tertarik untuk memakai sorban, maka kamipun berhenti di satu toko untuk membelinya. Rupanya Ryan menarik perhatian si Arab yang jualan, dia menawarkan untuk ‘mendandani’ Ryan dengan sorban.

Minggu, 7 Agustus 2011

Selesai Sholat Jum’at kami kembali ke hotel, siap-siap check out untuk melanjutkan perjalanan ke Mekkah. Dalam perjalanan ini kami dari Madinah ke Mekkah  mampir di Bir Ali sebagai tempat Miqat untuk niat Umroh kami.

Alhamdulillah kami sudah siap dengan pakaian Ihram :

34.jpg

Sampai Mekah kamipun langsung check in di hotel Doy Of Al Rahman Place Hotel. Setelah istirahat sebentar, kami menuju Masjidil Haram untuk Umroh (Thawaf dan Sa’i).

Suasana Masjidil Haram cukup padat. Alhamdulllah kami bisa menyelesaikan Thawaf dan Sa’i dengan selamat.

Kami di Mekah 6 (enam) hari sampai Kamis 18 Agustus 2011. Apa aja yang kami lakukan selama Ramadhan di Mekah ?

Sehabis sahur di hotel, kami lanjut sholat Subuh di Masjidil Haram. Jarak tempuh dari hotel ke masjid sekitar 5 – 10 menit dengan jalan santai sambil lihat-lihat toko-toko yang ada di sepanjang jalan. Kalau tidak ada kegiatan tour kami habiskan waktu sampai Dhuha di masjid. Dhuhur pun ke masjid lalu kembali ke Hotel untuk tidur siang. Ashar kembali ke masjid sampai Maghrib untuk bisa berbuka puasa di masjid.

Suasana buka puasa di Masjidil Haram sama dengan di Masjid Nabawi. Sebelum adzan Magrib, plastik untuk menaruh makanan akan digelar di setiap shaf jamaah. Banyak jamaah yang saling memberi makanan seperti kurma, kue kering dll.

Selesai berbuka puasa di Masjid, kembali ke hotel untuk makan malam. Istirahat sebentar kembali ke masjid untuk sholat Isya. Selesai sholat Isya kembali ke hotel untuk tidur malam.

O iya, selama di Madinah dan Mekah saya selalu membangunkan sahur Ica dan Ryan dengan cara menyuapkan jeruk sunkist ke bibir mereka sampai mereka terbangun. Setiap hari pasti harus belanja sunkist saat pulang dari masjid.

Beberapa foto kenangan didalam Masjidil Haram yang diambil saat selesai sholat Subuh :

Tidak ada foto bertiga karena tahun 2011 belum ada tongsis …

Satu-satunya foto bertiga adalah atas kebaikan mbak Prinsa.

40.jpg

Beberapa foto saat City Tour kota Mekkah yaitu ke Jabal Rahmah, Padang Arofah, Mina, Bukit Tsur dan Ji’ronah tempat Miqat.

Di Jabal Rahmah, Arofah.

Di Jabal Nur :

43

Beberapa jepretan Ryan untuk lokasi-lokasi yang digunakan saat berhaji :

Mina :

Terowongan Mina untuk menuju tempat melempar Jumroh :

46

Suatu pemandangan saat selesai sholat Dzuhur di dalam Masjidil Haram, banyak jamah yang I’tikaf dengan tidur,

48

Selama di Mekah, ada kejadian  sedih yaitu kebakaran hotel tempat kami menginap. Kalau tidak salah hari ke-3 kami di Mekah. Bersyukur karena kami dalam perlindungan Allah.

Ada tawaran dari pembimbing untuk melakukan Umroh sunah yang akan dilakukan esok hari. Miqat dari Ji’ronah. Thawaf diperkirakan habis Zuhur. Saya dan anak-anak berunding mengingat kami dalam kondisi puasa dan cuaca pastinya sangat panas. Kami tidak ingin puasa kami batal karena tidak kuat saat harus Thawaf di siang hari. Kami bertiga memutuskan untuk tidak ikut umroh sunah tsb, tapi tetap ikut ke Ji’ronah.

Karena kami tidak ikut Thawaf, maka kami memutuskan untuk I’tikaf di masjid sampai Ashar.

Selesai Ashar kamipun berjalan pulang ke hotel sambil  belanja dahulu di Bin Dawuud.

Saat mendekati hotel, terdengar suara sirene mobil kebakaran. Perasaan saya tidak enak. Makin mendekati hotel terasa makin tidak enak, Ternyata benar, hotel kami kebakaran karena ada AC yang korslet.

Ya Allah … kami hanya berucap syukur karena saat kebakaran kami justru dilindungi Allah, masih ber-I’tikaf di Masjidil Haram. Sementara teman-teman kami yang hari ini menjalani umroh, selesai Thawaf dan Sa’I mereka kembali ke hotel untuk tidur. Kebakaran hotel terjadi saat mereka tidur di hotel yang tentunya mengagetkan sehingga ada yang harus turun lewat jendela dari lantai 2 dan 3. Bahkan ada juga yang terluka. Ada foto suasana selesai kebakaran.

49

Kamipun dipindahkan ke hotel lain yang masih dekat lokasinya. Jarak tempuh ke Masjidil Haram masih sama. Kamipun masih melakukan kegiatan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Kamis, 18 Agustus 2011

Selesai sholat Subuh kami melakukan Thawaf Wada, thawaf perpisahan dan berdoa agar kami bisa kembali mengunjungi Baitullah.

Beberes barang bawaan untuk check out hotel, lanjut ke Jeddah untuk nanti sore kami harus terbang ke Jakarta.  Beda dengan umroh 2006, kali ini kami tidak diinapkan di Jedah. Di Jedah, selain kami diajak untuk melihat –lihat  objek ziyarah yang ada kamipun diberi waktu untuk belanja di toko Ali Murah sampai menjelang Zuhur.

Kami menjalani sholat Zuhur di Masjid Apung.

Di Bandara King Abdul Aziz kami masuk gate khusus dimana suasananya tidak terlalu ramai. Bahkan Ica sama Ryan masih sempet selfie.

Alhamdulillah atas kesempatan yang Allah berikan hingga kami masih bisa bersama-sama umroh dan mendoakan orang yang kami cintai di tanah suci …

I wish you were also there with us, Papaaaaaaa …………

Semoga kami diberi lagi kesempatan untuk bersama kembali ke tanah suci dengan keluarga baru anak-anakku Ica dan Ryan ….

Aamiiiinnnn yaa Allah ………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s