PERJALALAN SPIRITUAL – UMROH, 2006

Satu prinsip dalam hidupku adalah, jika aku memiliki rejeki yang berlebih aku akan ajak anak-anakku untuk jalan-jalan keluar negeri  namun sebelum ke negara lain mereka harus aku ajak untuk umroh terlebih dahulu. Alhamdulillah ada rejeki yang cukup untuk kami pergi umroh ber-empat dan segeralah kami merencanakan segala sesuatunya.

Saat niat umroh ini muncul, segera kami mencari  biro penyelenggara umroh. Kebetulan setiap kali lewat Taman Galaxi, ada spanduk yang menawarkan umroh dari Talbia. Aku dan Almarhum suami pun mendatangi  alamat Talbia yaitu di ruko Galaxi dekat patung kuda dua. Tidak disangka ternyata penanggungjawab Talbia Galaxi adalah Bapak Pri, salah seorang kenalan suami  sesame  jamaah di Masjid  Jannatul Firdaus.

Segeralah kami menyiapkan segala sesuatunya. Salah satunya adalah passport. Kami menggunakan jasa Ipero Galaxi untuk pembuatan passport di Kantor Imigrasi Bekasi yang berlokasi di Krawang. Saat itu suami masih ditempatkan tugas di Ambon dan beliau sudah memiliki passport sehingga kami bertiga ke Krawang tanpa didampingi beliau. Alhamdulillah passport beres, kami siap berangkat.

Karena anak2 masih sekolah (Ica kelas 1 SMA dan Ryan kelas 2 SMP), maka jadwal diputuskan menunggu saatnya libur semester yaitu bulan Juli dimana suhu di Saudi relative panas. In syaa Allah kuat …

Kebetulan sekali saat itu Ryan baru saja mengikuti ESQ Ary Ginanjar sehingga perjalanan umroh serasa akan melengkapi keimanannya.

Waktu keberangkatanpun tiba, 4 Juli 2006. Seperti biasa kami berfoto-foto sebelum berangkat.

1

Kami berkumpul di terminal 2 F, menggunakan Garuda.

2

Beberapa foto kenangan di pesawat Garuda

Sampai Bandara Jeddah, ada pengalaman yang menarik untuk Ryan. Saat itu dia dengan santainya mengambil gambar beberapa pesawat yang sedang diparkir dengan menggunakan HP. Namun tanpa diduga kelakuannya sudah diperhatikan oleh polisi bandara. Tiba-tiba dia distop dan HP-nya diminta  oleh polisi bandara. HP dikembalikan setelah foto2 jepretannya dihapus polisi …

Selesai urusan imigrasi, kami langsung naik bis menuju Madinah. Alhamdulillah Hotel Al-Harithyah lumayan dekat ke Masjid Nabawi dengan akses pintu no. 25.

Kami di Madinah untuk tiga malam dan Alhamdulillah tidak ada sholat fardlu yang kami tinggalkan.

Untuk city tour, kami mengunjungi Masjid Quba.

Juga Jabal Uhud

Masjid Qiblatain

14

Kenangan kami di Masjd Madinah khususnya saya dan Ica adalah saat harus berjuang untuk sampai di Raudhah dengan jadwal setelah Zuhur. Saat itu belum setertib saat ini. Alhamdulillah kami bisa sholat di Raudah.

Foto-foto yang ada kami ambil saat setelah sholat Isya. Kami tidak memiliki foto ber-empat karena tidak ada orang yang kami kenal untuk  mengambil  foto kami.

Beberapa foto yang kami ambil saat setelah sholat subuh, sambil berjalan-jalan ke makam Baqi.

Kamipun sengaja berjalan ke-area Hotel Al-Andalus untuk mengenang saat haji 2002 dimana saya dan almarhum suami mendapat penginapan di Holel Andalus.

Rupanya patung di tengah lingkaran sudah berubah menjadi jam.

Bersiap untuk umroh

Setelah 3 hari di Madinah, kami harus ke Mekah untuk menjalani Umroh. Kamipun miqat Umroh di masjid Bir Ali.

Alhamdulillah selamat sampai di kota Mekkah. Disini kami menginap di Hotel Sofitel, yang sangat dekat dengan Masjidil Haram melalui pintu 45 / pintu Fatah.

Setelah selesai check in ke Sofitel, kami masih dalam pakaian Ihram, menunggu tengah malam untuk Thawaf

Ini penampakan lobby Sofitel, tempat kami menunggu untuk jadwal City Tour (saat ini Sofitel sudah terkena gusur untuk perluasan Masjidil Haram)

Beberapa foto kenangan di Masjidil Haram :

City Tour di Mekah yang kami jalani adalah  Jabal / Bukit Tsur

43

Padang Arafah

Kami hanya 2 hari di Mekah, selanjutnya kami ke Jedah untuk menginap satu malam di Al Harithy.

Kenangan di Al-Harithy, di lobby hotel saat baru tiba.

Ryan mejeng di pertokoan Balad.

48

Saat di Bandara King Abdul Aziz, kami dapat gate khusus dan menemui pedagang yang menjal aneka macam barang. Ica dan Ryan pun masih sempat belanja-belanji.

Dengan Ica dan Ryan saat antri di Imigrasi.

51

Alhamdulillah mendapatkan kesempatan untuk ber-umroh bareng dengan anak-anak. Semoga menjadi perjalanan  spiritual yang akan diingat anak-anakku sepanjang masa. Aamiin

Alhamdulillah diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan rangkaian ibadah Umroh dengan baik. Suatu perjalanan yang penuh kenikmatan batin dan juga lahir karena fasilitas hotel bintang 4 yang menu makanannya sangat luar biasa …..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s