JEPANG SPRING & SAKURA HOLIDAY 2017 (1)

Destinasi favorit yang jadi target mimpiku adalah Jepang … Jepang pas sakura berkembang ……. Pas tahun lalu jalan ke Ausie sama Bu Tunjung (besan), itu jadi pembicaraan dan direncanakanlah untuk jalan di 2017. Tetiba ada penawaran bu Tunjung dari Bayu Buana … waktunya 2 – 8 April, aktifitas kantor sepertinya aman … bayarlah DP.  Tetiba Ica kepingin join sama Aydan pula … yah sudahlah … segera diurus segala sesuatunya.

Minggu, 2 April 2017  : Jakarta – Haneda

GA 874 flight jam 23.30, diharapkan kumpul di Soeta jam 21.00 … GMaps sepertinya aman so baru jalan setelah sholat Isya jam 19.30an.  Sempet shock pas lewat Pondok Timur Mas ternyata masih banjir semata kaki … jalan menuju tol pun lewat Cikunir lumayan padat dan ketahan tapi Alhamdulillah tol nya lancar dan sampai Soeta mendekati jam 21.

1.png

2.png 3

Alhamdulillah di pesawat Aydan gak rewel … anak pinter, dia bobo di pangkuan bunda. Bersyukur dapat seat di pojok dekat jendela.

Senin, 3 April 2017 : Haneda – Tokyo

Sampai bandara Haneda jam 9an dan beres imigrasi jam 10.50. Aku siap kelililing Tokyo ……………….

4.png
aku siap jalan-jalan ….

5.png

Tujuan pertama makan di Yokitori Centre di daerah Asakusa. Menunya tempura lengkap dengan Soup Kepiting yang menantang tapi ribet makannya.

6.png

Selesai makan kami dibawa menuju Asakusa Kannon Temple dengan menyusuri Nakamise Street  tempat belanja souvenir … sepertinya padat dan crowded jadi gak semangat buat belanja.

7.png

Alhamdulillah udaranya bersahabat. Seneng banget pas lihat ada bunga sakura … langsung welfie ….

8.png  9

10.png

11.png

12.png

45.png

Dari sini kami berjalan kaki untuk mencapai lokasi photo stop Tokyo Sky Tree Tower. Aydan sepertinya kecapean dan tidur dalam gendongan bu Tunjung.

13.png

Dengan bis kami melanjutkan perjalanan ke Euno Park untuk menikmati bunga sakura yang luar biasa indahnya.

14.png

15.png

16.png

Saat tiba di Euno park, udara masih relatif nyaman walaupun agak dingin. Namun saat selesai menikmati keindahan sakura dan sudah menjelang sore tiba-tiba udara dingin sekali dan terasa angin menampar wajah dengan kencang. Sangat tidak nyaman. Aydan pun terbangun dengan tangisan. Alhamdulillah setelah diberi ASI menjadi agak tenang.

Dari sini kita lanjut ke kawasan Ginza yang terkenal dengan toko-toko branded. Keliling  Uniqlo lanjut ke beberapa toko lainnya dan menuju lokasi janjian di supermarket Hanamasa.

17.png

Makan malam hari ini kami dibawa ke restorant sekitar Ginza yaitu Karune Station  berupa makan all you can eat  aneka makanan tapi harus hati-hati karena yang tergolong haram pun cukup banyak …

Setelah makan malam yang mengenyangkan kami diantar ke Tokyo Dome Hotel untuk istirahat.

Selasa, 4 April 2017 : Tokyo – Yamanaka

Menginap di Tokyo Dome Hotel hanya satu malam. Pagi ini selesai sarapan kami checkout.

18.png

Lokasi kunjungan pertama hari ini adalah kawasan Shibuya, area yang cukup padat orang berlalu lalang karena ini disebut dengan simpang terbanyak / Shibuya Crossing.

19.png

Photostop disini adalah patung anjing Hachiko, sebuah patung anjing yang diabadikan karena kesetiannya kepada majikannya yang tetap ditunggunya di depan stasion  padahal majikannya sudah meninggal.

21 20

Masih pagi dan terasa sekali dinginnya so cari mall yang ada penghangat. Masuklah ke Tokyu sambil cuci mata dan cari2 coats. Alhamdulillah dapet coats yang diinginkan. Dari sini masih ada waktu untuk keliling mall dan lihat-lihat sekitar Shibuya.

22 23

Dari Shibuya kami lanjut ke Gotemba Factory Outlet suatu lokasi perbelanjaan barang branded yang katanya harganya miring. Makan siang di foodcourt nya. Karena gak ada barang yang dicari, dan yen-nyapun belu dicetak  kamipun hanya jalan-jalan sambil windows shopping yang ternyata juga cukup melelahkan…. Masuk tokopun hanya untuk mencari mesin penghangat karena suhu diluar 6 derajat.

24 25

26 27

Waktu kumpul tiba so kamipun beranjak menuju bis … Ternyata ibu-ibu yang lain pada memborong Coach sampai beberapa tentengan tas … salut sama semangat belanjanya ….

Rencananya berangkat jam 4 namun sampai jam 4.45  mbak Ratih dan mbak Yanti belum muncul … Tour Leader sampai 3 kali menjelajah Gotemba tapi gak ketemu juga … HP pun gak bisa dikontak … kebayang kan kepanikannya … ternyata mereka berdua nyantai di restorant dann menyangka waktu kumpulnya jam 16.45 ….

Kemunduran waktu ini berdampak pada keterlambatan sampainya kami di penginapan berikutnya yaitu Fuji Matsuzono Hotel.

Sampai penginapan diberi waktu 15 menit untuk berganti pakaian Jepang bernama Yukata, yang lebih simpel dari kimono. Kumpul di lobby, foto group dan lanjut makan malam.

30 29

28

Memasuki kamar hotel, ekspresi kami langsung sumringah manakala menemui  ‘tatami’ suatu bentuk tempat tidur di lantai namun full selimut yang menghangatkan. Aydan pun seperti menemukan area yang menyenangkan untuk ‘merangkak’ sepuasnya.

31

Yang lebih keren adalah kami mendapat kamar yang viewnya langsung gunung Fujiyama ….

32

Advertisements

CASSAVA’80 GOES TO PADANG – 2017

Keinginan teman-teman Cassava ’80 (alumni SMA 12 Angkatan 80)  jalan-jalan ke Padang sudah sering diwacanakan di WA Group.  Yang katanya berminat ikut  juga banyaaaak, namun finalnya cuma ber-8  saja. Let’s go laaaah …. Trie, Rita, Nunung, aku, Cucu, Anne Z, Wati, Bertha.

Booking Garuda udah dari bulan April 2017 dengan harga promo. Waktunya ditetapkan  21 (Kamis – libur Tahun Baru Hijriah) – Sabtu, 23 September 2017 sehingga hanya bolos satu hari Jum’at  saja.

Kamis, 21 September 2017

Garuda flight jam 06.05  so kita janjian jam 5 subuh sudah ada di Terminal 3. Semua on time, habis check in dan sholat subuh, kita menuju Gate 23 yang lumayan jauh jalannya …..

Dresscode hari ini adalah ‘women in red’ (kecuali Trie).

Narsis dulu sebelum take off.

1 3.png

Alhamdulillah mendarat dengan selamat di Bandara Minangkabau. Aku sudah janjian sama Esti (temen SMP) yang saat ini menjabat Kepala Imigrasi Bandara Minangkabau untuk ketemuan di terminal kedatangan.

2.png 4.png

5.png

Selesai urusan bagasi, kamipun siap mengelilingi Sumatra Barat dengan menggunakan ELF yang kita sewa untuk 3 hari.  ELF untuk 13 seat dengan harga sewa 1.2 juta per hari  yg disewa dari +62 813-7445-4804. Karena ELF ini berlokasi di Bukit tinggi sehingga kena tambahan menginap Driver saat di Padang sebesar Rp. 250.000 per malam.

6.png

Lokasi pertama yang ditawarkan Driver adalah lokasi sarapan lontong sayur yang enak. Namun… terpaksa kami harus lewatkan karena ternyata sarapan di pesawat masih cukup mengenyangkan. Perjalanan dilanjutkan ke lokasi utama wisata hari ini yaitu daerah Painan untuk wisata Pulau Mandeh. Untuk sampai ke dermaga pulau Mandeh, jalur yang dilewati adalah daerah Pantai Bungus … sontak saya minta  Driver untuk cari resto yang terkenal dengan gulai kepala ikan. Dihantarnyalah kami ke :

Rumah makan Pasir Putih, lokasinya di  sebelah kanan jalan dan diatas laut. Alhamdulillah ….

7.png 8.png

9.png

Jam 11-an kami lanjutkan perjalanan menuju dermaga Pulau Mandeh.

Jam 1-an kami tiba di satu bukit ( Puncak Nona ) yang dari sini kita bisa melihat pulau-pulau di kawasan Mandeh.

10.png 11.png

Di bukit ini terjadi transaksi penyewaan ferry yang membawa kami berwisata antar pulau.

12.png

Diperoleh kesepakatan kami akan ambil paket Rute 2 seharga Rp. 800.000.

13

Kami naik perahu dari dermaga Carocok Tarusan Painan. Ini ferry yang akan membawa kami berkelililing antar pulau.

Wisata Pulau Mandeh membawa kami melewati hutan-hutan Manggroove  seperti yang pernah saya dapatkan di Ramang-Ramang Makasar. Namun pemandangannya masih kalah cantik dengan Ramang-Ramang.

Beberapa gaya ‘women in red’ selama di perahu :

14

15

16 17

18 19

Pulau pertama yang dikunjungi adalah pulau Kopo-kopo. Disini kita hanya foto-foto karena pantainya kurang menarik.

20

25

21 22

23.png

24

Selajutnya kami dibawa menuju pulau Sutan ( pulau Setan ). Di pulau ini sebenernya lumayan banyak fasilitas seperti banana boat, donat atau jek ski atau snorkling di sekitar pantai. Namun karena udara panas dan nampaknya pulau cukup ramai dengan pengunjung lain, kami enggan turun dari ferry.  Kami tetap di atas ferry dan berada di sekitar pantai dengan aktivitas memberi makan ikan yang bisa mengundang ikan-ikan di laut berkumpul.  Lumayan banyak ikan yang terlihat, namun airnya tidak terlalu jernih.

Dari pulau Sutan kami lanjut ke Sronjong Ketek, pulau bebatuan yang didalamnya ada fasilitas untuk terjun bebas ke air laut dari ketinggan tertentu (Cliff Jumping).  Kami hanya melewatinya saja dan berfoto dari atas ferry :

26

Jika diperhatikan di belakang kami ada tangga dan terminal untuk melompat.

Lokasi terakhir yang kami singgahi adalah Sungai Gemuruh, satu air terjun bebatuan yang airnya tawar. Bebatuan dan air terjunnya menarik, namun fasilitas umum sangat terbatas.  Hanya ada WC Umum yang dibuat seadanya dengan dinding terpal plastik dan satu warung. Alhamdulillah ada bakwan dan teh hangat yang dapat mengganjal perut karena jam makan sudah lewat.

27

Untuk sampai ke warung, kami harus melewati bebatuan yang lumayan terjal.Kamipun tidak berlama-lama disini, lanjut naik ferry untuk kembali ke dermaga.

28

29

Sampai dermaga masih ada waktu Ashar. Kamipun sholat dulu disini dengan tempat sholat seadanya. Selesai wisata Pulau Mandeh, kami lanjut arah Kota Padang untuk menginap satu malam.

Sebelum sampai di hotel, kamipun makan malam dengan menu ‘soto padang’.

30

Hotel yang dibook adalah Mercure yang terletak dipinggir Pantai. Alhamdulillah dapata harga khusus dari Rp. 1.600.000,- per malam menjadi separuhnya.

Jum’at, 22 September 2017

Sengaja ambil paket penginapan tanpa sarapan, so pagi-pagi kamipun jalan ke arah pantai untuk lihat-lihat pemandangan dan sarapan.

31 32.png

33.png

Ini ekspresi saat awalnya mau bergaya tapi tiba-tiba ombak datang …

Puas di pantai, kembali ke hotel dan menemukan tempat sarapan dengan menu pilihan khas Padang : lontong sayur padang (bisa pilih dengan sayur pakis atau sayur nangka), picel : sayuran dengan bumbu kacang (pecel kalo di Jawa), bakwan dll. Lokasinya di sebelah kanan Mercure. Lumayan enak, tapi gak sempet foto karena gak bawa HP.

Hari ini langsung check out karena malam nanti akan menginap di Bukit tinggi. Sempet bergaya di depan Mercure sebelum tour hari kedua. Hari ini tanpa dress code alias bebas.

34

Agenda pertama adalah foto stop di Pantai Padang.

35

36

Agenda berikutnya (sebenernya diluar Itenerary) adalah mengunjungi Yunelly, yang saat ini sudah menetap di Padang dan baru pulang dari tanah suci. Kata Deiver, kebetulan memang sejalan ke arah wisata yang mau dikunjungi.

Rupanya, jalan masuk menuju rumahnya dari jalan utama yang kami lewati lumayan jauh.  Sekitar jam 9.30 an baru sampai.

Setelah ngobrol-ngobrol, kami diajak makan gulai kepala ikan yang lumayan enak dekat rumahnya …

37.png

38

Namun, rupanya makanan pesanan ini belum siap saji … lumayan lama kami menunggu dan membuat kami gelisah karena perjalanan hari ini cukup jauh (Lembah Harau dan Kelok 9) … saya lumayan ribut dengan kondisi ini. Maaf ya Nel.

39

Gulai ‘kepala ikan’ memang lebih menarik dari gulai ‘badan ikan’ …  Alhamdulillah, enak dan kenyang …. Jam 11-an baru kami selesai makan. Langsung lanjut dan berhenti di salah satu foto stop Danau Singkarak.

40

Terpaksa selfie karena yang lain sibuk belanja ikan belibis  ..

Dari Danau Singkarak, tujuan berikutnya adalah Istana Pagaruyung. Kami dikenakan tike masuk sebesar Rp. 7.000,- per orang. Sampai disana, kami sholat Zuhur dan Ashar dahulu, setelah itu baru malihat-lihat istana.

Pakai pakaian adat Padang ? Awalnya males karena sudah pernah, tapi temen2 yang lain semuanya mau jadi okelah untuk kebersamaan.

Sewa baju lengkap Rp. 35.000 per orang.

41

42

43

44

45.png 46

Tidak terasa, di istana Pagaruyung sampai jam 4 … Lanjut kebut untuk mengejar Kelok 9 sebelum gelap.

Alhamdulillah sampai disana jam 18.30-an tapi masih lumayan terang. Cerita Driver, harusnya malam lebih bagus dengan lampu-lampunya namun saat ini lampu-lampu tersebut sudah hilang karena dicuri sejak setahun yang lalu …

Stop untuk foto-foto sebentar.

47.png 48.png

kelok9.png

Agak kecewa karena nggak sampai Lembah Harau ):  Sebenernya juga ada beberapa objek wisata yang tidak sempat dikunjungi : Air Terjun Lembah Anai, Goa Jepang, Ngarai Sianok (untung ketiganya sudah pernah).

In syaa Allah ada kesempatan lagi untuk memuaskan diri di Kelok 9 dan Lembaha Harau … pemandangannya memang luar biasa .. Allahu Akbar.

Sambil arah jalan ke Bukit tinggi, kami mampir ke rumah makan Nasi Kapau (sayang gak kefoto dan lupa namanya).

Selesai makan malam, kami minta diantar untuk belanja oleh-oleh agar bisa sekalian dipack di hotel. Mampirlah kami di Ummi Aufa Hakim.

49.png

Selesai belanja oleh-oleh, nengok ke sebelahnya ada toko oleh-oleh yang lain seperti krudung, mukena, sandal, tas dll …. lanjutlah belanja disana sampai sekitar 21.30-an. Setelah puas, barulah kami menuju hotel Grand Galery untuk menginap satu malam.Kami pergi saat long weekend sehingga hotel yang lumayan OK sudah fully book.  Grand Galery lumayan bagus dan bersih, namun harus naik tangga karena tidak ada lift. Lumayan juga karena kami di lantai 3.

Sabtu, 22 September 2017

Hari ini kami sarapan di hotel. Menunya ternyata tidak khas Padang : nasi goreng, mie goreng, soto ayam, roti.

Bukit tinggi pagi ini diguyur gerimis. Kamipun berfoto-foto di jam gadang dengan berpayung ria

50.png.

Sempat belanja di sekitar jam gadang, utamanya kaos-kaos dan baju-baju.

Awalnya mau berencana kembali ke Lembah Harau, namun karena hujan dan harus mengejar pesawat jam 18, maka hari ini dihabiskan dengan belanja-belanja.

Selanjutnya Driver membawa kami ke toko Panorama yang katanya terkenal dengan mukena. Tapi temen-temen kurang berselera karena harganya jauh diatas yang semalam kami dapatkan di samping toko Ummi Aufa Hakim.

Trie kepingin beli kue bika talago yang dibakar. Drivernya langsung tahu, dia menyebutnya ‘kue nerako’ karena dimasak di atas api yang membara.

51.png

52.png 53.png

Di belakang toko Bika Talago ada pemandangan yang indah sekali. Kamipun sempat berfoto.

54.png

Dari toko bika, kami lanjut ke Pandai Sikek. Disini kami dihantarkan ke toko Satu Karya. Dua tahun yang lalupun saya kesini, namun sekarang sudah direnovasi dilengkapi dengan mushola. Tokonya lumayan nyaman dn harganya murah-murah.

Dari Pandai Sikek, Driver membawa kami untuk makan siang di rumah makan Pak Datuk.

55.png

56.png

Selesai makan, Driver membawa kami ke toko souvenir lainnya yaitu :

57.png 58.png

Makan duren tetep jadi agenda … Driverpun membawa kami ke daerah Kayu Tanam, berhenti di salah satu warung duren. Lumayan juga, durennya tidak mengecewakan. Terima kasih Trie untuk traktiran durennya… barokallah.

60.png

59

Puas makan duren, teman-teman masih ada yang penasaran dengan toko oleh-oleh Christine Hakim. Kamipun singgah kesana karena memang satu jalan ke arah Bandara.

Toko Christine Hakim yang kami kunjungi, menurut Driver adalah yang terbaru. Lumayan besar dan megah. Didalamnya ada mushola yang lumayan bersih sehingga kamipun sholat Zuhur dan Ashar disana.

61 62

Sambil menunggu waktu untuk ke Bandara, kami duduk-duduk sambil makan makanan ringan di food court. Tiba-tiba ada kejutan dari Trie, dia membawa cake ulang tahun untuk saya dan Rita.

Terima kasih teman ….

63.png

64.png

Sampai Bandara Minangkabau masih sekitar jam 4-an. Selesai check in kami masuk ke ruang tunggu untuk istirahat. Lumayan ada sofa-sofa untuk rebahan.

65.png

Alhamdulillah Garuda on time dan landing di Soeta dengan selamat.

66.png 67.png

Terima kasih Trie, Bertha, Rita, Wati, Cucu, Anne, Nunung, Vita untuk kebersamaannya.

Sampai jumpa pada kesempatan jalan-jalan lainnya.

 

DIENG – YOGYA : HR TRIP – HR ADVENTURE 2017

Meneruskan kesuksesan jalan bareng team HR-GA-IR-EHS ke Bandung tahun 2016, teman-teman sepakat berencana jalan-jalan lagi dengan tujuan Bali. Merekapun semangat menabung setiap bulan yang dipotong langsung dari gaji.

Setelah dihitung, ternyata ke Bali membutuhkan biaya yang lumayan besar. Tempat tujuan jalan-jalan pun bergeser dengan pilihan Bromo vs Dieng. Dengan voting, Dieng unggul sehingga diputuskan ke Dieng.

Team advance-pun mencari informasi, didapatlah paket  Dieng-Jogja dengan biaya Rp. 900.000,- dengan peserta 27. Waktupun ditetapkan, Jum’at / 28 April – Minggu / 30 April karena 01 Mei  libur  sehingga ada waktu untuk istirahat. Kami dibantu travel ‘explorerDiengtour’ — http://www.explorediengtour.com.

Panitia inti yang terdiri dari Leny, Ayat, Sosro, Hery pun menyiapkan segala sesuatunya termasuk aneka games yang akan dimainkan selama di perjalanan atau di penginapan.

Jum’at, 28 April 2017 

Bis yang akan membawa kami jalan-jalan terlambat sampai di kantor sebagai  lokasi pemberangkatan. Dari target awal jam 17.00 bergeser jadi jam 19.00 dengan alasan macet.  Finally jam 19.15 kami baru jalan.

1

Mengantisipasi kemacetan tol JORR, kami berinisiatif  lewat Gunung Putri yang ternyata juga macet.  Hampir semua teman  tertidur lumayan pules sebagai efek Antimo.Bis berhenti dan ternyata sudah jam 12-an …. suprisingly ternyata masih di Rest Area KM 57. Dari KM 57 bis melaju dan berhenti di daerah Slawi untuk sholat Subuh.

Sabtu, 29 April 2017 

Selesai sholat Subuh, bis kembali melaju dan teman-teman sarapan seadanya di dalam bis. Alhamdulillah sekitar jam 11-an kami sampai di Dieng.

Sebelum ke penginapan, sempat selfie di icon Dieng :

2

Lanjut ke penginapan :

3

Kami diberi waktu untuk bebersih badan, makan siangg dan sholat sampai jam 12.30.Ini menu makan siangnya – lumayan nendang dan nikmat. Alhadulillah.

4

5

Candi Arjuna

Wisata pertama yang kami kunjungi adalah Candi Arjuna dengan kondisi cuaca gerimis.

6

7

8

9

10

11

12

Puas berfoto ria dibawah hujan gerimis dan jajan kentang goreng fresh dengan aneka rasa topping, perjalanan lanjut ke Kawah Sikidang.

13

Kawah Sikidang

Suatu area kawah yang mengandung sulfur / belerang. TOP kerrren banget view-nya.

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

Beberapa teman sempat belanja heboh oleh-oleh seperti kentang merah dan carica yang merupakan khas Dieng.

25

26

Dari Kawah Sikidang kami diantar ke wisata Batu Ratapan Angin.

Batu Ratapan Angin

Merupakan daerah bebatuan yang luar biasa indah dimana dari sini kita bisa melihat Telaga Warna dan serasa berada di atas awan dengan latar belakang hamparan lukisan alam yang sempurna. Allaahu Akbar …

Undakan yang dilewati lumayan tinggi. Alhamdulillah bisa sampai disini ….

27

28

29

30

Berikutnya kami dibawa ke Telaga warna yang tadi terlihat dari Batu Ratapan Angin.

Telaga Warna

31

32

Sebagian teman sepertinya sudah kelelahan, mereka tidak ke lokasi Telaga Warna. Bahkan mereka sempat menyempatkan makan Mie Ongklok yang merupakan makanan khas Dieng.

Waktu sudah lumayan sore dan beberapa teman ada yang belum sholat Ashar. Wisata hari ini selesai, kami kembali ke penginapan untuk istirahat.

Jam 19.00 kami dihampiri Tour Guide untuk makan malam dengan menu Mie Ongklok.

33

Saya sih really nggak terlalu selera. Ada aroma yang saya gak suka dan minyaknya agak ‘menyeramkan’ …

Selesai makan malam, kami melanjutkan acara bebas di penginapan yang diisi dengan permainan dan cross kado.

34

Semua teman-teman larut dalam kegembiraan menjalani permainan tebak gambar ‘sak karepmu’, game menyusun kata dan game tek tok …. semuanya bener-benar saling menghibur sehingga tidak terabadikan dalam gambar tapi dalam video.

Minggu, 30 April 2017

Acara hari ini dimulai dari jam 02.30 dini hari menuju Puncak Sikunir untuk menyaksikan matahari terbit / sunrise yang diakui sebagai yang tercantik se Asia Tenggara.  Saya sendiri tidak ikut karena secara fisik rasanya tidak kuat saat diinfo akan menanjak sepanjang 800 m yang juga cukup terjal. Anak saya Ica yang sudah sampai sini  pun sempat info via wa ‘nanjaknya bener2 nanjak gunung, itu gunung bikin aku kapok gak mau lagi naik gunung’… wkwkw.

Foto beberapa teman yang sampai Puncak Sikunir yang ternyata mataharinya juga tidak menampakkan diri karena mendung.

35

36

Yang stay di penginapan ada saya, Nur, Hery, Arifin dan Endro (karena mau jalan ke Solo).  Alhamdulillah malah bisa Tahajud dan subuh tepat waktu. Sekitar jam 7-an yang ke Sikunir kembali ke penginapan. Masih ada waktu untuk sarapan dan bebersih sebelum jam 8.30 kami check out.

Hari ini, setelah check out kami akan jalan menuju Yogya, dengan tujuan Pemandian Taman Sari dan Malioboro. Jadwal ke Kalibiru terpaksa dibatalkan karena bis tidak bisa mencapai lokasi, harus nyambung dengan ojek atau sewa jeep. Sebelum meninggalkan  Dieng, kami diantar ke tempat oleh2.

37

Ternyata perjalanan ke Yogya tidak sesuai yang direncanakan, selain menemui kemacetan karena ada prbaikan jalan juga bis sempat pecah ban. Kamipun istirahat sekalian sholat Zuhur di daerah sebelum Parakan sambil bis diperbaiki bannya.

Jam 4-an, posisi bis masih di sekitar Sleman.

Saya sendiri sudah berencana pulang dengan pesawat, tiket Garuda dengan jam terbang 18.20 udah di tangan.

Rencana awal jam 4 sampai di Malioboro dan saya naik taxi dari Maliobro ke Bandara Adi Sutjipto. Namun, semua berubah. Saya pun turun di pinggir jalan dan nyambung taxi Grab ke bandara. Alhamdulillah jam 5 sampai bandara dan langsung check in.

Bandara padat banget. Delay 15 menit. Alhamdulillah sampai Soeta landing safely jam 19.35 dan beres bisa keluar bandara jam 8-an.

Teman-teman lain yang melanjutkan perjalanan dengan bis sepertinya lancar2 aja, ber shopping ria di Malioboro hingga jam kepulanganpun mundur sekitar jam 10-an malam. Alhamdulillah mereka sampai di kantor keesokan harinya, Senin 01 Mei 2017  jam 11-an.

Saat perjalanan ke Yogya, pak Hery sudah janjian untuk mengambil  oleh-oleh buah salak yang diberikan oleh Bp. Adhi Prabowo. Rupanya ada 3 dus besar buah salak dan saat tiba di kantorpun ada aktivitas membagikan buah salak untuk teman-teman. Makasih pak Adhi Prabowo.

38

Terima kasih teman-teman HR-GA-IR-EHS buat kebersamaanya, kekompakannya, keceriannya, kejenaka-annya.

Kita harus mengulangi moment-moment indah dan berkesan seperti ini.

Semoga team HR-GA-IR-EHS  semakin solid dan punya kontribusi positif  buat Argha.

Sampai ketemu di trip berikutnya.

JEPANG SPRING & SAKURA HOLIDAY 2017 (3)

Jum’at, 07 April 2017 : Gifu – Kyoto – Osaka – Kansai

 Wisata hari ini menuju Kyoto dengan perjalanan sekitar 3-jam-an. Memasuki kota Kyoto kami disajikan pemandangan indah dengan bunga sakura yang penuh di sepanjang jalan. Kamipun serentak meminta Tour Leader membawa kami ke taman-taman yang penuh dengan sakura.

Sampailah kami untuk makan siang di salah satu restorant di Kyoto yaitu resto Ikoro yang di sekitarnya juga ada taman sakura.

Makan siang hari ini sejenis shabu-shabu. Makan siang juga spesial karena ada salah satu peserta tour yang ulang tahun dan kami dapat potongan kue tart.

1.png

Selesai makan siang, diberi waktu untuk foto-foto dengan sakura di sekitaran daerah tsb yaitu Maruyama Park.

2 3.png

5  4

6.png 7.png

8.png 9.png

10.png 11.png

12.png 13.png

Puas berfoto-foto dengan sakura, perjalanan lanjut ke kuil umat Budha Kiyomizu. Dari sini kita bisa melihat keindahan kota Kyoto dari ketinggian.

14.png 15.png

16.png

17.png

18.png

19.png

20.png 21.png

Toko-toko souvenir di Kiyomizu bagus-bagus, so hunting oleh-oleh lah sekalian disini. Lanjut jalan ke stasiun kereta Kyoto untuk ke kota Osaka dengan menggunakan kereta super cepat Bullet Train yang  ditempuh hanya dalam waktu 12 menit.

22.png 23.png

Di Osaka kami  menghabiskan wisata terakhir  dengan wisata belanja di Shinsaibashi, satu area belanja yang menjual aneka fahion, sepatu, aksesories, kosmetik dll.

24.png

25.png

26.png

Belanja yang cukup melelahkan, lanjut ke penginaan terakhir yaitu Izumisano Center Hotel. Malam terakhir yang menyenangkan buat Aydan karena kamar kami begitu luas dan Aydan puas berkeliling dengan merangkak.

27.png

 Sabtu, 08 April 2017 : Kansai – Jakarta

Hari ini jadwal kami kembali ke Jakarta via bandara Kansai. GA 889. Alhamdulillah landing safely di bandara Soekarno Hatta.

By Jepang ………. see you next time

Terima kasih buat mbak Lina dan Pak Thomas yang sudah membawa kami keliling Tokyo – Kyoto – Osaka.

28.png 29.png

Juga bis hijau yang selalu bersih …

30

 

 

 

 

JEPANG SPRING & SAKURA HOLIDAY 2017 (2)

Rabu, 5 April 2017 : Yamanaka – Mt. Fuji – Nagano

Saat pagi hari turun ke lobby ternyata ada pemandangan yang luar biasa indah. Belakang Fuji Mtsuzono Hotel ternyata gunung Fujiyama …. masih ada saljuuu …. kamipun ambil posisi untuk foto-foto sebelum sarapan.

1.png

2.png 3.png

4.png

Di Fuji Matsuzono Hotelpun kami cuma semalam.

5.png

Pagi ini langsung check out untuk menuju tempat wisata lain. Sepanjang jalan kami melewati hutan-hutan dan pegunungan bersalju yang luar biasa indah.  Karena slaju yang masih cukup tebal, kami hanya mengunjungi Gunung Fujiyama pada step 1 (biasanya kalo cuaca bagus bisa sampai step 5).

Foto group dengan latar belakang Fujiyama :

6

Makan siang hari ini di daerah Suwa  dengan nama restorant-nya Oginoya. Makan set lagi dengan tampilan yang unik dan yummi banget.

7.png

8.png9.png

Ada memory yang gak bisa dilupain, disini Aydan pup sementara air yang untuk bersihin dingin banget … Allah selalu menunjukkan hal-hal yang terbaik buat aku. Tetiba aja Allah mengingatkanku untuk mengganti pempers  Aydan yang ternyata dia sudah pup … (hehehe sorry ya jadi bahas pup).

Habis makan siang karena masih cukup waktu kamipun diantar ke kastil Matsumoto di kawasan Matsumoto City.

10.png

11

12

Di Jepang ada makanan yang terkenal dan pasti tersedia setiap kali makan yaitu wasabi. Kamipun dibawa ke perkebunan wasabi di kawasan Nagano, suatu area perkebunan yang sangat luas.

15.png

13.png

14.png

Dari wasabi farm kami lanjut ke penginapan yaitu Hotaka View Hotel. Disini Aydan kembali menemui kebahagiaan karena tidur beralaskan tatami

16.png 17.png

Di dalam kamar hotel disediakan kimono yang harus kami pakai untuk foto bersama dan makan malam.

18.png

19

20
Hehehe … tangan kimononya balapan sama daster karena memang pakai daleman daster secara malas pake baju buat stok besok pagi …

Lanjut makan malam dengan jamuan set :

21.png

Kamis, 6 April 2017 : Nagano – Shirakawago – Takayama – Gifu

Pagi ini check out untuk melanjutkan wisata berikutnya.

22.png

 

23.png

Subhanallah … Allahu Akbar … dengan segala ciptaanNya. Sepanjang jalan disajikan keindahan pegunungan dengan salju yang indah sekali.

24.png

Sempat photo stop di tengah salju :

25.png 26.png

27.png

28.png 29.png

Infra structur sepanjang perjalanan juga luar biasa hebat. Semua tertata rapi dan well manage. Banyak terowongan dilewati dan salah satunya ke-tiga terpanjang yaitu 12 km.

Sampailah kami di suatu area Takayama Old Town, Sannomachi Street di Takayama.

30.png 31.png

32.png 33.png

35.png

36.png 37.png

Dari sini kami lanjut untuk makan siang di Syokusaitaisha – Takayama. Makan set dan enak banget karena menu utamanya sapi (setelah berhari-hari sea food).

38.png 39.png

40.png

Wisata lanjut ke area yang ditunggu yaitu Shirakawago  dengan mengunjungi Gassho Village yang terdaftar sebagai warisan budaya Unesco. Tour Leader kami membawa kami ke satu rumah yang didalamnya menjelaskan kondisi peradaban Jepang di masa lalu.

41.png

42.png 43.png

View-nya sangat bagus tapi karena hujan jadi gak enjoy …  lihat aja penapilan Aydan yang full dengan pakaian, sarung tangan dan kupluk yang lucuuu …

44.png

31.png

Sempet bergaya juga di dalam Iglo.

Untitled.png

Selesai dari Shirakawago kami langsung ke Miyako Hotel dimana sampai hotel sudah cukup malam sehingga selesai check in langsung menuju restorant untuk makan malam. Restorant-nya cukup bersahabat dengan kaum muslim dimana kami disediakan counter khusus makanan halal. Makanan lain yang untuk umum juga cukup informatif karena di setiap makanan diberikan informasi kandungannya dalam bentuk gambar : botol untuk alkohol dan gambar binatang yang haram. Inspiratif untuk keamanan makan kamum  muslim.

Jum’at, 07 April 2017.

 … silakan lanjutkan di JEPANG SPRING & SAKURA HOLIDAY 2017  (3)